TEKA-TEKI “drama 5 hari” KEHIDUPAN

Menjalani kehidupan didunia seperti cerita sebuah drama, penuh dengan teka-teki yang kita sendiri tidak tahu jawabannya. Apa yang terjadi esok hari, hari ini bahkan beberapa waktu sebelumnya kita tidak tahu apa yang akan terjadi diwaktu yang akan datang. Hal ini terjadi pada saya dan sangat tidak percaya akan hal yang terjadi.

Cerita ini berawal ketika pada libur panjang tanggal 1 – 4 Mei 2008. Tanggal 1, saya pulang kampung karena ada sedikit kepentingan pribadi dan mengobati rasa kangen terhadap keluarga. Sampai dikampung sore hari, orang tua dan adik-adikku terkejut akan kedatanganku saya ini, karena memang saya tidak memberi kabar kepada keluarga di Lampung untuk kedatangan ku kali ini.

Kegiatan yang saya lakukan selama di Lampung pada tanggal 2 Mei 2008, saya pergi bersama teman-teman untuk kepentingan pribadi pulang sampai malam hari ± jam 23.00 baru kembali ke rumah. Hari sabtu (03/05) saya stand bye di rumah karena kondisi Ayah sedang sakit. Sebelumnya memang Ayah pernah dirawat dirumah sakit beberapa hari.

Saya merasa sedih melihat kondisi Ayah, tetapi saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Sempat terpikir untuk kembali merawat Ayah di Rumah Sakit. Menurut diagnosa dokter, Ayah menderita beberapa penyakit diantaranya : Jantung, Darah Manis, Sesak Napas, Asam Urat. Darah Manis dan Asam Urat, sudah membaik, tetapi Jantung dan Sesak Napas yang terkadang masih kambuh, apalagi saat malam hari. Hampir setiap malam Ibu dan Adik ku harus menjaga dan melayani keinginan Ayah.

Pada hari Sabtu malam Minggu, sekitar pukul 21.00, saya mengumpulkan Ayah dan Ibu untuk duduk diatas kursi. Lalu saya mengambil air. Saya memohon ampun atas segala kesalahan saya dan mohon keikhlasan mereka untuk melepas saya berjuang dan berusaha di tanah rantau (tangerang), kemudian saya mencuci kedua kaki Ayah dan Ibu sambil terus meminta do’a dari mereka untuk keberhasilan saya. Selesai mencuci kedua kaki, saya kembali memohon ampun atas segala dosa dan meminta keikhlasan serta do’a dari mereka. Lalu saya meminum sedikit air bekas cucian kaki Ayah dan Ibu, saya tuang sedikit kedalam botol air mineral untuk saya bawa ke Tangerang, sisanya saya mandikan ke badan saya. Ayah dan Ibu pada saat itu menangis, adik-adikku ikut juga menangis. Kemudian saya meminta agar Ayah dan Ibu beristirahat, sedangkan adik-adikku saya kumpulkan lalu saya ajak bicara. Inti dari pembicaraan kami adalah bahwa saya meminta maaf atas kesalahan, meminta keikhlasan mereka untuk melepas saya berjuang dan berusaha serta meminta bantuan mereka untuk merawat dan memperhatikan kesehatan Ayah. Malam itu suasana rumah diliputi kesedihan.

Hari ini minggu (04/05/08) adalah hari terakhir saya berada di Lampung. Pukul 07.30, saya berpamitan kepada Ayah, Ibu dan Adik-adik untuk kembali ke Tangerang. Tidak seperti biasanya, Ayah dan Ibu melepas saya dengan isakan tangis mereka. Saya merasa berat untuk meninggalkan mereka, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya tetap harus kembali ke Tangerang, karena pada hari senin (05/05/08), saya harus kembali menjalankan aktifitas sebagai karyawan pada salah satu perusahaan swasta di Tangerang. Sampai di Tangerang pukul 16.30. pada pukul 24.00, saya sholat malam lalu berdoa kepada Allah agar membebaskan orang tua ku dari beban hidup, dan menyembuhkan penyakit yang diderita oleh Ayah. Tidak seperti biasanya, setelah selesai sholat malam saya ingat akan orang tua ku dan saya merasakan kesedihan yang membuat saya menangis terharu malam itu yang berakhirnya dengan terlelapnya

Hari ini senin (05/05/08) seperti biasa saya menjalani aktifitas. Saya browsing untuk mencari tahu tentang penyakit jantung dan obat herbalnya. Pukul 13.00 saya diminta untuk kekantor cabang, karena ada komputer yang eror dan perlu install ulang. Sedang asik memperbaiki komputer tiba-tiba ± pukul 15.45, HPku berbunyi, dari nada deringnya saya tahu bahwa itu telepon dari Lampung, lebih terkejut lagi ketika saya mengetahui yang menelpon adalah Adikku.

Saya : Assalammu’alaikum
Adik : Kak… Ayah kak…. (sambil menangis)
Saya : Iya… Ada apa…
Adik : Ayah meninggal kak… pulang kak… pulang kak… sekarang (masih sambil menangis)
Saya : Innalillahi Wa’inna lillahiroji’un… Iya saya pulang sekarang….

Ya Allah…. Ini kah jawaban atas do’a dan kesedihanku semalam…..Saya terdiam dan duduk sejenak.. bingung.. seakan tidak percaya apa yang baru saya dengar. Tak lama kemudian, HPku berbunyi lagi ternyata paman…

Saya : Assalammu’alaikum
Paman : Kamu ada dimana
Saya : Ada dikantor cabang
Paman : Kamu sudah dapat kabar dari Lampung
Saya : Iya baru saja Adik telepon
Paman : Terus kamu mau pulang
Saya : Iya saja mau ijin pulang sekarang
Paman : Ya sudah… Nanti Paman pulang juga…. kamu hati-hati, gak usah buru-buru
Saya : Iya… Terima kasih

Setelah menenangkan diri, lalu aku menghubungi adikku yang juga bekerja di tangerang, Hamzah namanya :

Hamzah : Hallo…
Saya : Ham… Kamu ada dimana
Hamzah : Ada di pabrik… (sebutan untuk perusahaan tempat bekerja)
Saya : Udah dapat kabar dari Lampung
Hamzah : Belum… Kabar apa
Saya : Ayah meninggal….
Hamzah : Innalillahi…
Saya : Ya udah.. Kamu pulang sekarang
Hamzah : Iya….

Kemudian saya menghubungi kantor pusat, bicara dengan managerku dan meminta ijin ke bagian personalia. Tanpa persetujuan resmi dari mereka semua, saya nekat pulang saat itu juga.

Kupacu sepeda motorku menuju tempat kost sambil terus menangis sepanjang perjalanan. Sesampai ditempat kost, ternyata Hamzah telah sampai terlebih dahulu. Telah berkumpul pula sepupu dan teman-temanku menenangkan kami berdua, tangisku semakin menjadi. Secepat kilat kukemas pakaianku, lalu bersiap untuk pulang ke Lampung. Hamzah pulang bersama Hendro menggunakan sepeda motor, sedangkan saya pulang bersama Rahmat menggunakan kendaraan umum. Hendro dan Rahmat adalah sepupu kami.

Saya memulai perjalanan pukul 17.00. Selama perjalan SMS ucapan belasungkawa berdatangan dari teman-teman lamaku. Ini pasti Pak Iqbal yang memberi kabar kepada teman-teman lamaku. Pak Iqbal adalah Mantan Managerku pada perusahaan lama. Pak Iqbal sudah saya anggap seperti orang tua, kakak, sahabat, teman dan guru. Dia banyak membantu saya selama di Tangerang. Hamzah kerja di perusahaan tempat Pak Iqbal menjadi seorang HRD Manager. Semua SMS yang masuk tidak saya balas, besok rencananya saya akan balas semua secara bersamaan.

SMS dan Telpon terus menyapa selama perjalanan. SMS dari teman, Telpon dari Lampung. Aku pun terus memantau perjalanan Hamzah dan Hendro, setiap satu jam saya SMS mereka. Ah…. Batrey HP Drop… Gawat nich pikirku… Beruntung di kapal Fery penyebrangan dari pelabuhan Merak ke Bakauheni menyediakan pelayanan recharge HP dengan biaya Rp. 5.000, Batrey HPku terisi kembali. Selain menjawab SMS dari Lampung dan Hendro, saya mengirim SMS ke Pak Iqbal

Beh trma ksh ats perhatiannya. Irul dpt banyak SMS dari teman2 lm.
Beh.. Irul plng cuma bawa dana 1jt, klo nanti Irul krg dana, pinjam dana PPU dulu. Nti Irul cicil, maaf gak bisa telp, pulsa tinggal dikit.

Tak lama dapat jawaban dari Pak Iqbal

Ok… dana ada 5jt, kamu boleh pake semua kalo pelu. titidj dan tetap sabar….

Membaca SMS dari Pak Iqbal, hatiku sedikit tenang. Sampai di terminal Rajabasa Bandar Lampung jam 24.00, SMS teman minta di jemput, sampai dirumah pukul 01.00. Ternyata Hamzah dan Hendro sudah sampai terlebih dahulu. Teras rumah penuh dengan para tetangga, ruang tamu ada beberapa saudara, masuk ke ruang tengah, berkumpul saudara dan tetangga yang semuanya perempuan. Kucari ibu… lalu kupeluk… Ibu menangis, sedang saya mencoba tetap tegar dan tidak meneteskan air mata. Lalu kulihat sesosok jasa yang sedang tertidur kaku diatas ranjang. Rahmat berada disampingnya sambil menangis, saya tetap tegar dan tidak mengeluarkan air mata. Setelah menenangkan diri sejenak, ku dekati jasad Ayahku, kubuka penutup kepalanya, terlihat Ayah seperti tidur tidak ada sesuatu yang janggal terhadap jasadnya. Kucium jasad tersebut….. Dingin… itu lah yang terasa ketika kucium wajah jasad Ayahku.Kututup kembali penutup kepalanya, lalu ku tinggalkan menuju ruang tamu. Teman-teman dan sepupuku yang lain terus menghiburku. Sementara aku hanya bisa diam, tidak banyak kata yang kuucapkan, tidak juga menangis dan meneteskan air mata. Namun tetap rasa sedih tidak dapat kusembunyikan, mataku berkaca-kaca, kuusap untuk mencegah keluarnya air mata lebih banyak lagi.

Saya telah merelakan kepergian Ayah. Ada perasaan lega dan bersalah. Perasaan lega karena sebelum kepergian beliau, saya sudah sempat memohon ampun atas segala kesalahan dan mencuci kaki beliau, perasaan bersalah karena saya belum sempat membahagiakan beliau, karena saya tahu bahwa beliau ingin sekali menyaksikan pernikahan salah satu anaknya. Beliau pergi menghadap Ilahi meniggalkan 4 orang anak dan seorang istri. Saya adalah anak pertama.

Hari Selasa (06/05/08), jasad Ayah dimandikan oleh anak-anaknya di bantu oleh tokoh agama pukul 09.00, disholatkan pukul 10.00 dan dikebumikan pukul 11.00. Selama tujuh malam kami bersama keluarga dan para tetangga mengadakan pembacaan Yasin dan Tahlil untuk mengiringi perjalanan beliau menghadap Sang Kholiq.

Hari Rabu (14/05/08) saya kembali ke Tangerang, setelah berziarah kemakam Ayah, lalu bersilaturahmi kesanak saudara sambil menitipkan Ibu dan adik-adik yang saya tinggalkan. Sejak saat itu saya lebih sering berkomunikasi dengan keluarga di Lampung.

Ayah… Saya rela ayah pergi meninggalkan kami semua, kami mohon maaf karena belum sempat membahagiakan ayah… satu yang pasti, kami semua menyayangi Ayah. Semoga Ayah mendapatkan tempat terbaik disisiNYA, do’a kami selalu bersamamu Ayah.

Ya Allah… Kami mohon ampunanmu atas segala dosa-dosa Ayah, dan terimalah beliau untuk engkau tempatkan di surgamu Ya Allah. Amien…!!!

2 Responses to “TEKA-TEKI “drama 5 hari” KEHIDUPAN”

  1. harta paling berharga orang tua adalah meninggalkan anak2 yang soleh/a didunia… Insya ALLAH amal perbuatan diterima…

    *salam kenal*

  2. inalilahi..
    sory to hear its.

    dan insya Allah ayah haerlu suda tenang disisiNYA,amin.

    doa dari anak yang sholeh adalah jembatan ayah disanah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: