Ngupas Dikit “JAKARTA UNDERKOMPOR”

Buku “Jakarta UnderKompor” saya dapatkan dengan harga Rp. 28.000. Awalnya saya merasa aneh, bagaimana bisa buku dengan tebal mencapai 250 halaman, dihargai Rp. 28.000 terlalu murah menurutku. Saya penasaran, tetapi setelah memiliki buku tersebut, rasa penasaran saya berkurang karena buku tersebut dicetak menggunakan kertas yang (maaf) kualitasnya kurang bagus, hanya covernya saja dicetak berwarna dengan kertas yang cukup baik.
Seperti yang telah saya posting pada blog ini sebelumnya, saya merasa ada yang kurang waktu saya membaca buku dibanding membaca Blog Arham Kendari……… Tampilan pada blog sangat menarik mungkin karena berwarna, jadi tidak membosankan. Gambar-gambarnya juga sangat jelas. Ini berbeda tampilannya dengan yang tercetak pada buku.
Saya coba untuk “mempromosikan” buku ini kepada teman dan saudara saya. Sebagian besar dari mereka menyukai isi dari buku ini. Mereka banyak yang terhibur saat membaca buku ini. Ada yang tersenyum simpul, ada yang tertawa kecil bahkan ada yang tertawa enak dengan sedikit terpingkal sambil memegang perut. Kalau saya sendiri, kombinasi dari kegembiraan mereka.
Ketika saya mengenalkan buku ini kepada sepupuku yang masih duduk di bangku SLTP, saya merasa heran, karena dia terlihat seperti tidak menikmati buku ini. Ketika saya tanyakan hal tersebut, dia mengatakan bahwa isi buku tersebut tidak berbeda dengan buku-buku yang sering dia baca sepeti Dora Emon, Donal Duck, Mickey Mouse dan buku anak-anak lainnya. Saya mencoba membela diri dengan mengatakan bahwa beberapa cerita buku tersebut adalah kejadian nyata yang dialami oleh penulisnya.
Beberapa teman saya juga berkomentar bahwa cerita buku ini mirip seperti buku-buku humor Petruk, Gareng dan Semar dengan desa Tumaritisnya yang memang sering saya baca ketika masih dibangku SMP. Menurut mereka cerita-cerita yang ada pada buku ini dilebih-lebihkan agar pembaca terhibur.
Saya tidak perduli akan komentar-komentar mereka yang seolah mendeskriminasikan buku ini, bagi saya buku ini sangat menghibur setelah lelah dengan rutinitas kantor yang melelahkan. Saya akan tetap mempromosikan buku ini kepada teman-teman saya, khususnya bagi teman-teman saya yang waktunya habis diperusahaan tempat mereka bekerja. Paling tidak sebagai penghibur bagi mereka yang membutuhkan penyegaran bagi otak dan pikiran mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: