Party My Brother (Part 1)

Ini adalah cerita tentang pesta perkawinan Adikku “Hamzah Fatoni”. Selamat menempuh hidup baru, semoga rukun dan bahagia selalu”.

Hari Selasa, tanggal 05 Mei 2009, sepulang kerja langsung mempersiapkan perlengkapan untuk pulang kampung. Pukul 22.30, Start menuju Lampung menggunakan Sepeda Motor bersama sepupu “Hendro”. Sampai dimerak pukul 00.30, masuk kapal pukul 01.00. Istirahat diatas kapal, sampai dibakauheni pukul 03.30. Melanjutkan perjalan menuju Bandar Lampung. Sepanjang perjalanan lintas Bakauheni, harus selalu waspada, karena suasana Gelap, jalan terjal dan berliku dan sepanjang perjalanan dari Bakauheni sampai di Kalianda, jalan banyak yang dikeruk ulang, mungkin akan dilakukan perbaikan kembali. Saya tidak sanggup lagi membawa motor, akhirnya saya gantian dengan sepupu, yang memang lebih lihai dalam mengendarai motor. Sampai di Bandar Lampung pukul 06.00. Istirahat, sarapan dan ngopi. Pukul 07.00 melanjutkan kembali perjalanan, sampai dirumah pukul 08.30. Capek… Lelah… Langsung Tepar…… ZZzzzz… ZZzzz….

Hari Kamis 07 Mei 2009…. Kami dari pihak keluarga mempelai Pria, berangkat menuju kediaman mempelai Wanita didaerah Baradatu Way Kanan. Berangkat pukul 05.00 sampai pukul 09.00… Lumayan melelahkan…. Sesampai di Baradatu, kami langsung ditempatkan pada sebuah rumah family mempelai wanita dimana disana sudah menunggu Adikku mempelai Pria, yang di temani oleh beberapa Muli-Mekhanai/Bujang Gadis. Setelah melakukan persiapan, kami berjalan menuju rumah mempelai Wanita yang hanya berjarak sekitar 50 meter. Kami diantar oleh perwakilan tetua kampung dan disambut oleh tetua kampung lainnya. Acara selanjutnya adalah lamaran secara adat dan memberikan seserahan yang sudah di siapkan sebelumnya.

Setelah lamaran dan seserahan diterima, dilanjutkan dengan acara Akad Nikah… Suatu prosessi yang sudah ditunggu oleh banyak orang dari hari-hari sebelumnya. Terlihat kedua mempelai berjalan beriring menuju sebuah musholla dan duduk pada tempat yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah acara sambutan, pembacaan alqur’an, lalu ijab kabul. Sempat terjadi 1 kali pengulangan ijab kabul ini, namun akhirnya selesai dan sah… Alhamdulillah…

Saya sendiri sempat meneteskan sedikit air mata ketika prosessi akad nikah ini, karena saya teringat pada Ayah. Ayah telah mendahului kami semua… Ayah ingin sekali menyaksikan prosessi ini… karena sampai akhir hanyatnya, ayah belum satupun bisa menyaksikan prosessi seperti ini dilalui oleh anak-anaknya… Maafkan kami ayah…….

—bersambung–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: