Bulutangkis Indonesia…. Nasibmu kini…..??

Hari Minggu kemarin (21/06) ada banyak acara bulutangkis yang aku tonton memalui layar kaca. Mulai dari pertandingan Djarmun Indonesia Open Super Series 2009, Pembahasan Film Bulutangkis “KING” dan buku biografi Liem Swie King, serta bernostalgia dengan para pebulutangkis yang pernah jaya di era 80-an.

Dalam Final Djarmun Indonesia Open Super Series 2009, satu-satunya perwakilan Indonesia yang menembus final “Taufik Hidaya”, tidak berdaya menghadapi ketangguhan sahabatnya Lee Chong Wei tunggal putra Malaysia setelah dikandaskan dengan skor 9-21, 14-21 di Istora Gelora Bung Karno, Jakart. Hebatnya lagi, tunggal putra Malaysia itu pada set pertama hanya membutuhkan waktu ± 12 menit untuk menghempaskan Taufik Hidayat. Padahal saat pertandingan berlangsung, puluhan ribu penonton memberi dukungan semangat kepada Taufik Hidayat. Sial memang… Tapi sudahlah…. mungkin lain waktu dan tempat Taufik dapat mengalahkan Tunggal Putra Malaysia tersebut… Selamat kepada Lee Chong Wei, permainan anda memang luar biasa.

Hasil lengkap Final Djarmun Indonesia Open Super Series 2009 :
Ganda campuran : Zheng Bo/Ma Jin (Chn)Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Kor) : 2117, 821, 2116
Tunggal Putri : Sania Nehwal (Ind)Wang Lin (Chn) : 1221, 2118, 219
Ganda Putri : Chin Eei Hui/Wong Pei Tty (Mas)Cheng Shu/Zhao Yunlie (Chn) : 2116, 2116
Tungal Putra : Taufik Hidayat (Ina)Lee Chong Wei (Mas) : 921, 1421
Ganda Putra : Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Kor)Cai Yun/Fu Haifeng (Chn) : 2115, 2118

Melihat kenyataan ini, sedikit membuat sedih dan pilu dihati, bagaimana bisa Indonesia sebagai tuan rumah tidak dapat meraih emas… Prestasi yang sangat “Luar Biasa”… Sampai kapan Bulutangkis Indonesia akan terpuruk…. Tapi saya masih punya keyakinan bahwa Bulutangkis Indonesia dapat bangkit kembali sepert di era tahun 80-90-an, dimana Indonesia sangat ditakuti dalam hal Bulutangkis. Harapan tersebut mungkin dapat capai oleh para pebulutangkis muda Indonesia yang mendominasi Di New Zealand dengan menyabet 4 gelar di pada turnamen Auckland International yang diselenggarakan mulai tanggal 17 Juni hingga 21 Juni 2009 di Auckland, New Zealand. baca disini.

Film dan Buku “Bulutangkis”

Untuk memembuhkan kembali minat anak muda Indonesia kepada Bulutangkis, dibuat sebuah Film yang berjudul “KING”, yang mulai tayang tanggal 25 Juni 2009. Film “KING” ini dikerjakan oleh Nia Sihasale Zulkarnaen bersama suaminya Ari Sihasale, yang menceritakan Kisah perjuangan dan perjalanan panjang seorang anak bernama Guntur dalam meraih cita-citanya menjadi seorang juara bulutangkis sejati, seperti idola dia dan ayahnya: Liem Swie King.

Pada kesempatan itu juga di luncurkan sebuah buku Buku biografi legenda bulu tangkis Indonesia Liem Swie King, “Panggil Aku King”, diluncurkan di Plaza BII lantai 39, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, hari Jumat (19/6) petang.

Buku setebal 456 halaman ini diterbitkan Penerbit Buku Kompas, ditulis oleh Robert Adhi Ksp dengan editor Andy F Noya, dan diberi kata pengantar oleh Jakob Oetama. Buku ini berisi kisah kehidupan Liem Swie King, perjuangannya sejak masih muda untuk menggapai juara hingga sosoknya sebagai ayah ideal bagi ketiga anaknya.

Pada acara, “Era 80an…… Masih Ada…”, ditampilkan beberapa maestreo Bulutangkis Indonesia. Ada Liem Swie King, Hastomo Arbi, Ade Candra, Verawaji, Yanti Kusmiati, Ivanna Lie, pelatih Taher, dan masih banyak lagi. Mereka semua berkumpul dan membicarakan soal kejayaan Bulutangkis di jaman mereka dan nasib Bulutangkis saat ini.

Bagaimana nasib Bulutangkis Indonesia saat ini, tidak ada lagi kepercayaan diri ketika menyaksikan para pemain bertanding. Saya sangat mengharapkan kerja sama semua pihak, pemerintah, pengurus dan pemain agar Bulutangkis Indonesia kembali “Menggila” di dunia Internasional…..

Bravo Bulutangkis Indonesia………..

2 Responses to “Bulutangkis Indonesia…. Nasibmu kini…..??”

  1. muchlis Mukhtar Says:

    Bagaimana menciptakan pukulan aneh menghadapi pasukan Cina ?
    Buatlah lingkaran sebesar sepak bola.Lalu dihalangi net yang membentuk sama.Lalu sang atlet berdiri di dalam lingkaran itu ( terfokus) ia menghadapi 12 pukulan dari semua arah.Lihat saja.Ia akan mendapatkan pukulan yang aneh dari segala penjuru.Hal ini penting untuk menciptakan gerakan pinggang yang lentur dan gerakan kaki yang amat lincah.Semoga ini , amat membantu kita semua.Jangan sampai Cina , memecahkan rekor memegang piala Thomas.Cukup Indonesia saja.Dan tetap Indonesia.Itulah impian saya dan tentu bangsa Indonesia juga.Kita memang harus tetap kreatip dan terus menciptakan inovasi baru untuk memperkaya gerakan kita di lapangan pertandingan yang telah mengharumkan bangsa kita itu.Thanks Mukhlis Mukhtar

  2. sassy shahila Says:

    kami sebagai masyarakat Indonesia cuma bisa berharap kepada para atlit bulutangkis bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini, tetaplah semangat untuk meraih gelar sang juara, taklukkan musuhmu walau seberat apapun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: