Slogan / Jarkon Partai Politik

Bismillahirohmanirrohim….. Termasuk nekad nich buat postingan yang mendekat ke jalur politik…. Tapi, saya hanya ingin menulis apa yang saya tahu, dan tidak ada niat sedikitpun untuk nimbrung di dunia politik, apalagi menyinggung partai politik tertentu. Oleh karena itu sebelum melanjutkan tulisan ini, maka saya terlebih dahulu memohon maaf, sekiranya tulisan saya nantinya membuat marah atau tersinggung pihak tertentu dan terkait, sekali lagi saya mohon maaf. Dan apabila tulisan saya ini membuat semakin ricuhnya dunia politik di Indonesia, maka saya bersedia untuk menghapus tulisan ini.

Sejak tahun 1999 sampai tahun 2009, kita sering mendengar slogan/jarkon partai politik seperti “Coblos Moncong Putih” yang mewakili PDIP pada pemilu tahun 1999, berhasil memperoleh suara terbanyak. Lalu pada tahun 2004, slogan SBY-JK “Bersama Kita Bisa” berhasil menjadikan SBY-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Saat ini kita sering mendengarkan slogan “Lanjutkan” yang di buat 0leh Partai Demokrat bersama SBY, dan mereka berhasil menjadi pemenang dalam Pilleg dan Pilpres kali ini.

Saya berpendapat bahwa slogan / jarkon juga mempengaruhi perolehan suara dalam pemilu (Pilkada, Pilparpol, Pilleg, Pilpress) di Indonesia. Sebauh slogan yang menarik, dan mudah dimengerti sangat diminati oleh masyarakat. Tentu saja figur tokoh dibalik slogan tersebut juga sangat mempengaruhi perolehan suara. Oleh karena itu jika para politikus dan atau elite partai politik, ingin membuat sebuah slogan, buatlah slogan yang menarik, mudah dimengerti, menggunakan bahasa yang universal dan mengandung arti yang mendalam.

Contohnya dalam PilPress tahun 2009 yang baru saja kita lewati. Ada 3 pasangan CaPres dan CaWaPres, yang memiliki slogan masing-masing. Nomor urut 1 (Mega – Prabowo) dengan slogan “Ekonomi Kerakyatan”, nomor urut 2 (SBY – Boediono) dengan slogan “Lanjutkan” dan nomor urut 3 (JK – Wiranto) dengan slogan “Lebih Cepat Lebih Baik”. Dari 3 slogan ke-3 pasangan tersebut, slogan “Lanjutkan” mungkin lebih mudah dicerna dan dimengerti oleh masyarakat di tambah juga figur SBY di balik slogan tersebut.

Mengingat pentingnya sebuah slogan, mungkinkah pada pemilu yang akan datang akan terjadi perang slogan dan bukan perang program. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan. Saya setuju dengan wacana seorang ustad, bahwa sebelum melakukan pemilihan, ada baiknya kita melakukan shalat istikhroh terlebih dahulu agar apa yang kita pilih dapat mengemban amanah dari rakyat Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: