Piala Dunia : Fenomena Paul…..

Gelaran piala dunia 2010 di Afrika Selatan, baru saja berakhir dan mencatat beberapa sejarah baru diantaranya adalah Spanyol sebagai juara dunia baru, mereka juga mencatatkan sejarah berhasil menggabungkan Piala Eropa dan Piala Dunia. Selain itu ada juga sejarah yang melibatkan Paul yakni seekor Gurita yang berhasi meramal pemenang pertandingan dengan akurasi 100%. Ketika pertandingan Jerman Vs Australia, Jerman Vs Serbia, Ghana Vs Jerman, Jerman Vs Inggris, Jerman Vs Spanyol dan Belanda Vs Spanyol, Paul berhasil meramal pemenang pada pertandingan tersebut dengan 100% benar.

Ada lagi teman Paul, Mamat namanya, seekor Gurita yang berada di See World – Ancol. Pada pertandingan final antara Belanda Vs Spanyol, Mamat meramalkan bahwa Belanda akan jadi pemenang. Tapi ternyata ramalan Paul lebih akurat dibanding Mamat. Adahal menarik perhatian saya diantara kedua Gurita ini. Paul dan Mamat, mereka sama-sama binatang dari jenis yang sama, hanya saja keberadaan mereka yang berbeda. Paul ada di Jerman, sementara Mamat ada di Indonesia. Bagaimanapun mereka adalah Binatang yang tidak bisa meramal. Ketepatan Paul meramal, mungkin hanya kebetulan atau mengikuti perintah tuannya.

Saya sempat menonton video dimana Paul meramalkan bahwa Spanyol akan jadi pemenangnya. Saat itu Paul sedang berada diantara karang-karang laut. Ketika dua buah kotak yang sudah berisi makanan paul dan bendera dari Negara yang bertanding diturunkan ke dasar laut, serta merta Paul menghampiri kotak yang berbendera Spanyol dan masuk kedalam kotak tersebut untuk mengambil makanan yang berada di dalam kotak.

Saya melihat bahwa kedatangan Paul menghampiri kotak yang berisi makanan, hanya mengikuti naluri seekor binatang yang sedang lapar. Secara kebetulan pula posisi kotak yang berbendera Spanyol lebih dekat jaraknya terhadap Paul dibanding jarak kotak yang berbendera Belanda. Tentu saja Paul yang mungkin saat itu sedang lapar, segera mengambil makanan yang jaraknya lebih dekat dengan dirinya, tanpa memikirkan bendera apa yang ada pada kotak tersebut. Seandainya kotak yang berbendera Belanda lebih dekat jaraknya, sudah pasti Paul akan memilih kotak tersebut.

Nah… berawal dari pengamatan saya tersebut, saya menyimpulkan bahwa Paul tidak bisa meramal, Paul memilih hanya berdasarkan naluri seekor binatang yang sedang lapar.

Kalau saya sendiri memilih team yang memang menampilkan permainan terbaik dengan grafik yang terus meningkat pada setiap pertandingan, dan memang Spanyol pantas menjadi Juara Dunia

Diawal Piala Dunia, saya pernah mengatakan kepada teman-teman saya bahwa yang menjadi Juara Dunia adalah team yang pernah kalah pada babak penyisihan group. Ini saya lihat dari beberapa gelaran Piala Dunia terakhir, bahwa yang menjadi Juara, pasti pernah merasakan kekalahan atau seri pada saat babak penyisihan group. Jadi tidak ada Juara Dunia yang 100% menang dalam setiap pertandingan mulai dari babak penyisihan hingga babak final.

Keyakinan saya yang menyatakan bahwa yang menjadi Juara adalah Negara yang pernah merasakan kekalahan atau seri pada saat babak penyisihan group, akan tetap saya jadi pedoman pribadi saya dalam memilih Juara Dunia. Dan 2 atau 4 tahun kedepan, saya berharap Jerman sebagai juara eropa atau dunia. Karena saya pendukung Jerman setiap kali gelaran Piala Eropa dan Piala Dunia sejak tahun 1990.

One Response to “Piala Dunia : Fenomena Paul…..”

  1. harumhutan Says:

    xixxixixi iyah pauL jadi bintang di pialA dunia kali ini..
    ada ada ajah akh..😀

    *toss,smoga jerman bisa juara di piala dunia selanjutnya,amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: