Archive for October, 2010

PLN mati, komputer error… HIREN’S BOOT CD penyelamat…

Posted in Informatika with tags , , on October 27, 2010 by hairulef

Kejadian terjadi pada hari Minggu (24/10). Saya sedang terbuai mimpi siang, sedangkan adikku tengah asik dengan komputer dan internet (KomNet). Pukul 13:00, aku terbangun, adikku masih asik dengan KomNet, sementara cuaca diluar mendung hendak turun hujan. Aku melanjutkan petualangan ku di “Pulau Kasur”, yang sempat terputus. Aku terbangun pukul 15:00, adikku sedang tidak dengan KomNet lagi, dia hanya nonton televisi. Aku langsung menuju KomNet, coba hidupkan, tapiiiiiii… Tampilannya aneh, terdapat pesan yang mengatakan bahwa tidak ada OS… Mampuss… pikirku…. Coba tanya dengan adik, ternyata tadi sempat mati lampu yang membuat KomNet mati mendadak, dan ketika akan dinyalakan kembali, tidak bisa.

UUGGHH…. Kesal sekali rasanya… Disaat saya membutuhkan KomNet, pakai acara error lagi nich KomNet… Yang lebih parahnya adalah semua partisi di hardisk hilang, sehingga semua data yang ada di hardisk turut lenyap.

Continue reading

Jualan kaos tidak laku….

Posted in Lain-lain with tags , , on October 25, 2010 by hairulef

Karena sering mendengar CurHat keluhan saya, seorang Sahabat menawarkan untuk berjualan kaos… Kaos Distro berkualiatas dengan harga miring… Ah… Tidak ada salahnya untuk mencoba, toh berjualan kaos tidak berdosa, tidak juga melanggar peraturan yang ada.

Saya menyanggupi untuk mencoba berjualan kaos dengan system ambil barang, jual, setor. Tidak perlu modal, yang diperlukan adalah kemuan dan menghilangkan rasa malu yang memang merupakan salah satu kendala.

Saya mengambil beberapa potong kaos dengan ukuran yang beda untuk mencoba dijual. Untuk kaos anak-anak (1-3 th) saya harus setor 25rb/potong, kaos anak-anak (4-8 th) saya harus setor 27rb/potong, untuk dewasa (diatas 8 th) saya harus setor antara 30rb/potong sampai 35rb/potong.

Hari Minggu (24/10), pukul 6:30 saya dengan ditemani oleh teman mencoba untuk menjual kaos tersebut dengan cara menggelar/membuka lapak di salah satu perumahan yang memang menyediakan tempat untuk berjualan. Setiap minggu pagi selalu banyak pengunjungnya. Ternyata banyak juga yang berjualan, macam-macam jualan ada, dari makanan, minuman, mainan anak sampai sayur segar pun ada. Orang-orangpun banyak berlalu lalang, saya terus mencoba menawarkan kaos yang saya jual. Ada beberapa pengunjung yang mampir dan melihat-lihat kaos jualan saya, mereka berminat memilikinya, tapi karena tidak ada kesepakatan harga, transaksi pun gagal.

Continue reading

Capek, lelah dan bosan bekerja

Posted in Lain-lain with tags , , on October 16, 2010 by hairulef

Hari-hari belakangan ini saya merasa capek dan lelah bekerja, ditambah lagi dengan rutinitas yang membosankan… Belum lagi bila sedang di marah bos, kesal sekali rasanya.

Beberapa hari kemudian, seorang sahabat bertanya dan membuat pernyataan kepada ku “Bertahun-tahun bekerja di Perusahaan, apa tidak bosan……? Apa masih mau terikat aturan yang ada dengan rutinitas yang membosankan……? Kita bekerja diperusahaan dengan gaji Rp. 1,5jt perbulan, tahu tidak penghasilan yang didapat oleh pemilik perusahaan bisa mencapai 5 kali lipat dari penghasilan kita. Kenapa gak coba usaha sendiri yang lebih bebas dan tidak terikat……!!!”. Pernyataan sahabat tersebut membuat saya berpikir keras, betapa tidak, kita bekerja selama 1 bulan dengan penghasilah 1,5jt, sementara hasil yang didapat pengusaha dari kerja kita mencapai 5 kali lipat penghasilan kita… Benarkan demikian…?? Gak tahu.. Gak ngeti, belum pernah jadi pengusaha masalahnya.

Coba CurHat dengan sahabat yang lain yang memiliki usaha sendiri. Begini tanggapannya : “Saya memulai usaha ini beberapa tahun yang lalu, dengan modal yang 100% harus milik saya dan harus saya siapkan. Penhasilan yang saya dapat dari usaha ini dengan penghasilan yang saya dapat dari bekerja pada perusahaan, tidak jauh berbeda, bahkan ada kalanya jauh dibawah penghasilan waktu bekerja pada perusahaan. Yang membuat saya tetap mempertahankan usaha ini adalah karena dengan usaha sendiri, saya bisa lebih dekat dengan keluarga, meningkatkan kadar keimaan dan ketaqwaan kepada Allah. Tetapi tetap harus berpikir keras bagaimana caranya agar dapat order yang banyak, mensiasati supaya tidak merugi, agar bisa membayar gaji karyawan dan syukur-syukur ada lebih untuk keluarga”.
Bingung… Bingung… Aku bingung……
Pusing… Pusing… Aku pusing……

Continue reading

Menangkap TIKUS

Posted in Lain-lain with tags , , on October 11, 2010 by hairulef

Binatang yang satu ini memang sangat menjengkelkan. Beberapa perabot diacak-acak oleh tikus, belum lagi bila kita menyimpan makanan, sudah pasti tikus dulu yang mencicipi makanan tersebut, kalau sudah begini siapa juga yang sudi memakan sisa tikus.

Kejengkelan saya memuncak pada si Tikus ketika stok mie instant yang masih dalam kotak, berhasil mereka raih. Beberapa bungkus mie instant tersebut terkoyak dan sudah bisa di pastikan semua itu adalah ulah tikus.

Coba cari beberapa solusi untuk mengusir tikus, tetapi selalu tidak berhasil. Akhirnya saya berpikir untuk menangkap mereka. Kemudian saya coba cari perangkap tikus pada sebuah pusat belanja. Saya menemukan perangkap tikus yang terbuat dari dari kawat kasa yang cukup tebal, seharga sepuluh ribu rupiah.

Sejak sore hari pukul 19:00, saya memasang perangkap tikus dengan menggunakan umpan potongan mie instant. Sampai pukul 22:00, perangkap belum berpenghuni. Saya berpikir mungkin si tikus sudah bosan dengan mie instant, kemudian saya ganti dengan sebuah bakso. Sampai pukul 01:00, belum juga berpenghuni. Sampai saya tertidur dan bangun pagi pukul 08:00, perangkap belum juga berpenghuni… Kemana mereka…?? Apa mereka mengetahui bahwa saya memasang perangkap untuk mereka…??. Ah sudahlah… Biarkan saja. Aku melanjutkan aktifitasku, sesekali melihat perangkap yang belum juga berpenghuni. Pukul 10:30, aku keluar mencari rokok dan makan siang. Ketika kembali, aku segera melihat perangkap. Kali ni telah berpenghuni… Mampus kau tikus… pikir ku…..

Dengan hati-hati aku angkat perangkap dan membawanya keluar. Si tikus terus berusa bergerak berharap menemukan celah untuk keluar. Aku hanya tersenyum melihat tingkah si tikus. Saya coba tusuk-tusuk tikus menggunakan lidi, ternyata si tikus tidak tinggal diam, lidi yang saya gunakan untuk menusuk mereka, digigit dengan kencang. Terlihat si tikus terus bergerak dan berusaha untuk keluar. Continue reading