Menangkap TIKUS

Binatang yang satu ini memang sangat menjengkelkan. Beberapa perabot diacak-acak oleh tikus, belum lagi bila kita menyimpan makanan, sudah pasti tikus dulu yang mencicipi makanan tersebut, kalau sudah begini siapa juga yang sudi memakan sisa tikus.

Kejengkelan saya memuncak pada si Tikus ketika stok mie instant yang masih dalam kotak, berhasil mereka raih. Beberapa bungkus mie instant tersebut terkoyak dan sudah bisa di pastikan semua itu adalah ulah tikus.

Coba cari beberapa solusi untuk mengusir tikus, tetapi selalu tidak berhasil. Akhirnya saya berpikir untuk menangkap mereka. Kemudian saya coba cari perangkap tikus pada sebuah pusat belanja. Saya menemukan perangkap tikus yang terbuat dari dari kawat kasa yang cukup tebal, seharga sepuluh ribu rupiah.

Sejak sore hari pukul 19:00, saya memasang perangkap tikus dengan menggunakan umpan potongan mie instant. Sampai pukul 22:00, perangkap belum berpenghuni. Saya berpikir mungkin si tikus sudah bosan dengan mie instant, kemudian saya ganti dengan sebuah bakso. Sampai pukul 01:00, belum juga berpenghuni. Sampai saya tertidur dan bangun pagi pukul 08:00, perangkap belum juga berpenghuni… Kemana mereka…?? Apa mereka mengetahui bahwa saya memasang perangkap untuk mereka…??. Ah sudahlah… Biarkan saja. Aku melanjutkan aktifitasku, sesekali melihat perangkap yang belum juga berpenghuni. Pukul 10:30, aku keluar mencari rokok dan makan siang. Ketika kembali, aku segera melihat perangkap. Kali ni telah berpenghuni… Mampus kau tikus… pikir ku…..

Dengan hati-hati aku angkat perangkap dan membawanya keluar. Si tikus terus berusa bergerak berharap menemukan celah untuk keluar. Aku hanya tersenyum melihat tingkah si tikus. Saya coba tusuk-tusuk tikus menggunakan lidi, ternyata si tikus tidak tinggal diam, lidi yang saya gunakan untuk menusuk mereka, digigit dengan kencang. Terlihat si tikus terus bergerak dan berusaha untuk keluar.

Kekesalanku terhadap tikus aku lampiaskan dengan cara merendam tikus, beserta perangkap kedalam air… Aku berpikir jika belum mati akan aku guyur dengan air panas. Satu jam kemudian aku angkat perangkap beserta tikus dari air, ternyata si situs telah mati.

Aku tetap memasang perangkap tikus dengan umpan yang berfariasi, mulai dari tahu, tempe, ikan, dll. Tetapi sudah 2 minggu terpasang belum juga berpenghuni. Mungkin saja sudah tidak ada tikus di dalam kamar kost ku. Syukurlah kalau begitu, tetapi perangkap tetap terpasang menunggu penghuni baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: