Archive for the Keluarga Category

Nama panggilan saya

Posted in Keluarga, Lampung with tags , on November 29, 2009 by hairulef

Saya memiliki beberapa nama panggilan, diantaranya :

Kiyai
“Kiyai” berarti kakak, panggilan ini biasa digunakan oleh adik kandung dan adik sepupu dari pihak keluarga Ayah, juga oleh anak-anak di desaku yang umurnya masih dibawah saya.

Gusti
Sama seperti “Kiyai”, “Gusti” juga berari kakak. Panggilan ini biasa digunakan oleh adik sepupu dari pihak keluarga Ibu.

Ratu Asli
Ini adalah Adok/Gelar yang diberikan oleh pihak keluarga Ayah. Adik ipar Ayah (biasanya perempuan), menggunkan Adok/Gelar ini sebagai nama untuk memanggil saya.

Kakak
Panggilan umum, yang biasanya diucapkan oleh adik kelas atau dalam pergaulan keseharian.

Abang
Nama panggilan ini saya sendiri yang meminta. Biasanya teman-teman kantor menggunakan panggilan “Abang”, untuk saya. Panggilan “Abang” ini adalah panggilan nasional yang saya suka. Continue reading

Pepaccokh/Paccokh

Posted in Coretan ku, Keluarga, Lampung with tags on May 28, 2009 by hairulef

Pepaccokh/paccokh yang menurut wikipedia adalah puisi tradisi Lampung yang berisi nasihat atau pesan-pesan setelah pemberian adok (gelar adat) kepada bujang-gadis sebagai penghormatan/tanda telah berumah tangga dalam pesta pernikahan. Pemberian adok (gelar adat) dilakukan dalam upacara adat yang dikenal dengan istilah butetah atau istilah lainnnya, ngamai dan nginai adek, ngamai ghik ngini adok, dan kabaghan adok atau nguwaghko adok.

Begitu juga dalam pesta adat perkawinan adikku. Salah satu acara adat yang dilakukan adalah pemberian gelar (adok) kepada kedua mempelai. Kali ini mempelai pria diberi gelar Raja Sempurna, sedangkan mempelai wanita diberi gelar Raja Himpunan.

Paccokh biasanya diberikan oleh tuan rumah dan saudara/family dekat. Berikut paccokh yang berasal dari tuan rumah/batangan. Continue reading

Party My Brother (Part 2)

Posted in Keluarga with tags on May 20, 2009 by hairulef

Akhirnya Prosessi akad nikah telah selesai dan berjalan dengan lancar. Sekarang mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri…. SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU….

Setelah sesai akad nikah, acara hiburan dan foto keluarga. Setelah itu ada satu acara yakni penyerahan mempelai wanita kepada keluarga dari pihak mempelai pria. Kami beserta rombongan berangkat kerumah, sesampai dirumah, kami disambut oleh para Saudara yang sudah menunggu kedetangan sepasang pengantin. Semua terlihat gembira dengan senyum mengembang… Lega rasanya bisa melewati acara hari ini… Laper… Makan… Tepar……..

Hari Jum’at 08 Mei 2009, kami mempersiapkan segala sesuatu dan perlengkapan untuk acara esok hari… Para pemuda mempersiapkan tempat duduk pengantin yang dilampung disebut Kebung, sementara yang lain mempersiapkan tenda dan panggung. Kaum ibu-ibu ada dibelakang sedang membuat bumbu dan masakan. Masih terlihat suasana gotong royong sesama warga di desa kami.

Hari Sabtu, 09 Mei 2008…… Acara dimulai… Tamu dan undangan sudah mulai datang dan menempati tenda serta ruangan rumah yang sudah disiapkan. Tamu dari keluarga mempelai wanita datang sekitar pukul 09.00, mereka membawa pula perlengkapan rumah tangga yang akan dibeikan kepada pengantin yang biasa disebut SESAN. Continue reading

Party My Brother (Part 1)

Posted in Keluarga with tags on May 19, 2009 by hairulef

Ini adalah cerita tentang pesta perkawinan Adikku “Hamzah Fatoni”. Selamat menempuh hidup baru, semoga rukun dan bahagia selalu”.

Hari Selasa, tanggal 05 Mei 2009, sepulang kerja langsung mempersiapkan perlengkapan untuk pulang kampung. Pukul 22.30, Start menuju Lampung menggunakan Sepeda Motor bersama sepupu “Hendro”. Sampai dimerak pukul 00.30, masuk kapal pukul 01.00. Istirahat diatas kapal, sampai dibakauheni pukul 03.30. Melanjutkan perjalan menuju Bandar Lampung. Sepanjang perjalanan lintas Bakauheni, harus selalu waspada, karena suasana Gelap, jalan terjal dan berliku dan sepanjang perjalanan dari Bakauheni sampai di Kalianda, jalan banyak yang dikeruk ulang, mungkin akan dilakukan perbaikan kembali. Saya tidak sanggup lagi membawa motor, akhirnya saya gantian dengan sepupu, yang memang lebih lihai dalam mengendarai motor. Sampai di Bandar Lampung pukul 06.00. Istirahat, sarapan dan ngopi. Pukul 07.00 melanjutkan kembali perjalanan, sampai dirumah pukul 08.30. Capek… Lelah… Langsung Tepar…… ZZzzzz… ZZzzz…. Continue reading

Sepucuk Surat Untuk Bunda di Hari Ibu

Posted in Coretan ku, Keluarga with tags , on December 23, 2008 by hairulef

22 Desember 2008

Bunda yang kusayangi…..

Terimakasih Ananda ucapkan dengan sepenuh hati atas segala jasa-jasa Bunda yang telah melahirkan dan mendidik Ananda dengan penuh kesabaran, sampai dengan saat ini Bunda tetap memperhatikan dan meberikan rasa kasih dan sayang kepada Ananda

Bunda yang Tercinta…..

Bunda adalah pahlawan bagi Ananda… Bunda adalah matahariku…. Perjuangan Bunda untuk Ananda sangat berarti dan akan selalu Ananda ingat sampai akhir hidup Ananda. Tidak akan ada wanita lain yang dapat menggantikan posisi Bunda di hati Ananda untuk selamanya.

Bunda yang Ananda Banggakan…..

Ananda berjanji akan selalu berbakti dan membahagiakan Bunda…. seperti Bunda yang selalu menyanyangi Ananda. Terima kasih Bunda…. Continue reading

Hari Ibu

Posted in Keluarga with tags on December 23, 2008 by hairulef

Tanggal 22 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai HARI IBU. Mengapa kita harus memperingati Hari Ibu dan mengapa tidak ada Hari Ayah…??

Pengorbanan seorang Ibu dalam keluarga sangat besar begitu juga peranannya. Ibulah yang melahirkan dan membesarkan kita dengan penuh kasih dan sayang. Jasa seorang Ibu tidak akan terbayar selama hidup kita. Bisa dibayangkan jika dalam satu keluarga tidak memiliki sosok seorang Ibu….!! Tidak perlu kita jabarkan jasa seorang Ibu. Anda sudah pasti mengetahuinya dan mungkin lebih dari yang saya ketahui. Tapi, pertanyaannya adalah : Apa yang telah kita perbuat dan kita berikan untuk membahagiakan Ibu kita…???

Selama ini kita terkadang Continue reading

TEKA-TEKI “drama 5 hari” KEHIDUPAN

Posted in Keluarga, Lain-lain with tags on May 30, 2008 by hairulef

Menjalani kehidupan didunia seperti cerita sebuah drama, penuh dengan teka-teki yang kita sendiri tidak tahu jawabannya. Apa yang terjadi esok hari, hari ini bahkan beberapa waktu sebelumnya kita tidak tahu apa yang akan terjadi diwaktu yang akan datang. Hal ini terjadi pada saya dan sangat tidak percaya akan hal yang terjadi.

Cerita ini berawal ketika pada libur panjang tanggal 1 – 4 Mei 2008. Tanggal 1, saya pulang kampung karena ada sedikit kepentingan pribadi dan mengobati rasa kangen terhadap keluarga. Sampai dikampung sore hari, orang tua dan adik-adikku terkejut akan kedatanganku saya ini, karena memang saya tidak memberi kabar kepada keluarga di Lampung untuk kedatangan ku kali ini.

Kegiatan yang saya lakukan selama di Lampung pada tanggal 2 Mei 2008, saya pergi bersama teman-teman untuk kepentingan pribadi pulang sampai malam hari ± jam 23.00 baru kembali ke rumah. Hari sabtu (03/05) saya stand bye di rumah karena kondisi Ayah sedang sakit. Sebelumnya memang Ayah pernah dirawat dirumah sakit beberapa hari.

Saya merasa sedih melihat kondisi Ayah, tetapi saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Sempat terpikir untuk kembali merawat Ayah di Rumah Sakit. Menurut diagnosa dokter, Ayah menderita beberapa penyakit diantaranya : Jantung, Darah Manis, Sesak Napas, Asam Urat. Darah Manis dan Asam Urat, sudah membaik, tetapi Jantung dan Sesak Napas yang terkadang masih kambuh, apalagi saat malam hari. Hampir setiap malam Ibu dan Adik ku harus menjaga dan melayani keinginan Ayah.

Pada hari Sabtu malam Minggu, sekitar pukul 21.00, saya mengumpulkan Ayah dan Ibu untuk duduk diatas kursi. Lalu saya mengambil air. Saya memohon ampun atas segala kesalahan saya dan mohon keikhlasan mereka untuk melepas saya berjuang dan berusaha di tanah rantau (tangerang), kemudian saya mencuci kedua kaki Ayah dan Ibu sambil terus meminta do’a dari mereka untuk keberhasilan saya. Selesai mencuci kedua kaki, saya kembali memohon ampun atas segala dosa dan meminta keikhlasan serta do’a dari mereka. Lalu saya meminum sedikit air bekas cucian kaki Ayah dan Ibu, saya tuang sedikit kedalam botol air mineral untuk saya bawa ke Tangerang, sisanya saya mandikan ke badan saya. Ayah dan Ibu pada saat itu menangis, adik-adikku ikut juga menangis. Kemudian saya meminta agar Ayah dan Ibu beristirahat, sedangkan adik-adikku saya kumpulkan lalu saya ajak bicara. Inti dari pembicaraan kami adalah bahwa saya meminta maaf atas kesalahan, meminta keikhlasan mereka untuk melepas saya berjuang dan berusaha serta meminta bantuan mereka untuk merawat dan memperhatikan kesehatan Ayah. Malam itu suasana rumah diliputi kesedihan.

Hari ini minggu (04/05/08) adalah hari terakhir saya berada di Lampung. Pukul 07.30, saya berpamitan kepada Ayah, Ibu dan Adik-adik untuk kembali ke Tangerang. Tidak seperti biasanya, Ayah dan Ibu melepas saya dengan isakan tangis mereka. Saya merasa berat untuk meninggalkan mereka, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya tetap harus kembali ke Tangerang, karena pada hari senin (05/05/08), saya harus kembali menjalankan aktifitas sebagai karyawan pada salah satu perusahaan swasta di Tangerang. Sampai di Tangerang pukul 16.30. pada pukul 24.00, saya sholat malam lalu berdoa kepada Allah agar membebaskan orang tua ku dari beban hidup, dan menyembuhkan penyakit yang diderita oleh Ayah. Tidak seperti biasanya, setelah selesai sholat malam saya ingat akan orang tua ku dan saya merasakan kesedihan yang membuat saya menangis terharu malam itu yang berakhirnya dengan terlelapnya

Hari ini senin (05/05/08) seperti biasa saya menjalani aktifitas. Saya browsing untuk mencari tahu tentang penyakit jantung dan obat herbalnya. Pukul 13.00 saya diminta untuk kekantor cabang, karena ada komputer yang eror dan perlu install ulang. Sedang asik memperbaiki komputer tiba-tiba ± pukul 15.45, HPku berbunyi, dari nada deringnya saya tahu bahwa itu telepon dari Lampung, lebih terkejut lagi ketika saya mengetahui yang menelpon adalah Adikku.

Saya : Assalammu’alaikum
Adik : Kak… Ayah kak…. (sambil menangis)
Saya : Iya… Ada apa…
Adik : Ayah meninggal kak… pulang kak… pulang kak… sekarang (masih sambil menangis)
Saya : Innalillahi Wa’inna lillahiroji’un… Iya saya pulang sekarang….

Ya Allah…. Ini kah jawaban atas do’a dan kesedihanku semalam…..Saya terdiam dan duduk sejenak.. bingung.. seakan Continue reading