Archive for buku jakarta underkompor

Ngupas Dikit “JAKARTA UNDERKOMPOR”

Posted in Coretan ku, Lain-lain with tags , , , on November 6, 2008 by hairulef
Buku “Jakarta UnderKompor” saya dapatkan dengan harga Rp. 28.000. Awalnya saya merasa aneh, bagaimana bisa buku dengan tebal mencapai 250 halaman, dihargai Rp. 28.000 terlalu murah menurutku. Saya penasaran, tetapi setelah memiliki buku tersebut, rasa penasaran saya berkurang karena buku tersebut dicetak menggunakan kertas yang (maaf) kualitasnya kurang bagus, hanya covernya saja dicetak berwarna dengan kertas yang cukup baik.
Seperti yang telah saya posting pada blog ini sebelumnya, saya merasa ada yang kurang waktu saya membaca buku dibanding membaca Blog Arham Kendari……… Tampilan pada blog sangat menarik mungkin karena berwarna, jadi tidak membosankan. Gambar-gambarnya juga sangat jelas. Ini berbeda tampilannya dengan yang tercetak pada buku.
Saya coba untuk “mempromosikan” buku ini kepada teman dan saudara saya. Sebagian besar dari mereka menyukai isi dari buku ini. Mereka banyak yang terhibur saat membaca buku ini. Ada yang tersenyum simpul, ada yang tertawa kecil bahkan ada yang tertawa enak dengan sedikit terpingkal sambil memegang perut. Kalau saya sendiri, kombinasi dari kegembiraan mereka. Continue reading

Semalaman Bergumul Dengan “JAKARTA UNDERKOMPOR”

Posted in Coretan ku, Opini with tags , , , , on October 21, 2008 by hairulef
Entah bagaimana ceritanya sehingga saya bisa menemukan Blog Arham Kediri di multiply.com, yang ternyata penulis buku Jakarta UnderKompor. Atas komporan para bloger dan pengunjung lainnya, akhirnya saya putuskan untuk memiliki buku tersebut. Dengan merogoh kocek Rp. 28.000 (terpaksa dech.. ngurangi jatah rokok dan makan siang), saya berhasil memiliki buku tersebut di Gramedia Supermall Karawaci – Tangerang.

Tak sabar rasanya saya ingin memhabisi Jakarta UnderKompor tersebut. Setelah keliling muterin Supermall, lihat dan pegang barang – barang bagus mulai dari Kemeja, Jeans, Laptop, HP, Sepatu, Sandal (mumpung lihat dan pegang masih gratis), juga masuk Studio 21. Rencananya mau nonton Laskar Pelangi, tapi karena tiket untuk jam 14:30 sudah habis, akhirnya saya putuskan untuk pulang saja.

Sampai di tempat kos jam 18:30, istirahat sejenak, mandi, ngerokok sampai pukul 19:30. Nonton TV gak ada acara yang menarik, mau main komputer, sudah di rental oleh Adik dan sepupu Continue reading